Wednesday, 16 October 2019

Laporan Keuangan Daerah

Evaluasi dan Konsolidasi Pelaksanaan BPHTB

DIPENDA - Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Wonosobo terus melakukan inovasi layanan dalam mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Salah satu produknya yakni Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Melalui sistem layanan e-BPHTB, didorong mampu memenuhi target pendapatan sebesar Rp 2 miliar.

Berbagai pihak terkait dilibatkan meliputi notaris, kantor ATR/BPN serta sejumlah camat di Kabupaten Wonosobo. Tujuannya, untuk menyempurnakan layanan aplikasi sehingga pendapatan dari BPHTB bisa mencapai target pada akhir 2016 ini.

Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemkab Wonosobo, Drs. M.Kristijadi, M.Si. mengatakan, BPHTB merupakan salah satu pendapatan pajak yang menyokong PAD Kabupaten Wonosobo. Untuk memudahkan layanan, pihaknya melakukan formula layanan baru berupa e-BPHTB. Tujuan layanan elektronik ini, untuk mempercepat wajib pajak dalam membayarkannya.

“Produk e-BPHTB merupakan produk layanan yang sudah kita luncurkan sejak empat bulan lalu. Sebagai produk baru, maka kami lakukan evaluasi dengan pihak-pihak terkait layanan ini,” kata beliau, saat melakukan evaluasi dengan para pihak di Resto Ongklok, Wonosobo.

Kristijadi membeberkan, evaluasi penting dilakukan untuk meningkatkan mutu layanan. Melalui e-BPHTB, pelayanan lebih cepat. Karena akses data sudah terintegrasi dengan data ATR/BPN. Sehingga begitu data diinput, akan terverifikasi. Termasuk, kewajiban pembayaran pajaknya.

“Sebagai produk baru layanan kami, maka kami perlu mendengar langsung dari notaris dan BPN sebagai mitra kerja. Berbagai evaluasi akan kami sempurnakan demi peningkatan PAD,” katanya.

Kristijadi menyampaikan pajak BPHTB merupakan salah satu penopang PAD Kabupaten. Tahun ini, pihaknya ditarget mampu memberikan pemasukan ke PAD sebesar Rp 2 miliar. Hingga pekan ini, pendapatan sudah mencapai Rp 1,4 miliar lebih. Diharap sisa waktu empat bulan ke depan, bisa mencapai target.

“Target awal, dulu sebesar Rp 3,5 miliar. Namun, dalam perubahan anggaran menjadi Rp 2 miliar. Kami targetkan mampu tercapai,” jelasnya.

Kepala bidang Pelayanan Pengelolaan Data dan Informasi Dipenda Sulistiani S.Sos., M.Si., menambahkan, dari hasil evaluasi muncul beberapa hal yang akan segera ditindaklanjuti. Diantaranya setelah menggunakan e-BPHTB, diakui oleh ATR/BPN Kabupaten Wonosobo, ada peningkatan pembayaran BPHTB. “Ini Evaluasi positif. Artinya, dari aplikasi ini mampu memberikan dampak dalam layanan. Terbukti ada peningkatan,’ kata Sulistiani.

Sementara itu, evaluasi terkait aplikasi disampaikan oleh notaris Sunarto. Diantaranya, keterangan cetakan dalam SSPD BPHTB belum mencantumkan jenis dan nomor hak. Semisal, nomor sertifikat, nomor putusan pengadilan, letter C, padahal dalam aplikasi sudah di input. “Selain itu, akta pembagian hak bersama atau APHB juga belum ada dalam aplikasi.”

Sulistiani menjelaskan, berbagai masukan dalam evaluasi menjadi bekal baik bagi pihaknya dalam menyempurnakan layanan. Karena produk e-BPHTB merupakan produk baruyang dikembangkan Dipenda. Evaluasi kekurangan akan menjadi bahan penyempurnaan layanan.

“Kami sangat merespon berbagai masukan. Sehingga aplikasi bisa menjawab kebutuhan pengguna aplikasi, kami akan segera lakukan penyempurnaan. Demi menempuh target PAD”

Sumber: Jawa Pos, Rabu 28 September 2016

Galeri Evaluasi BPHTB

        

Link Partner

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Statistik Pengunjung

0040248
Hari iniHari ini29
KemarinKemarin38
Minggu iniMinggu ini150
Bulan iniBulan ini648
Total PengunjungTotal Pengunjung40248
Pengunjung terbanyak 26.09.2017 : 124

 

Scan menggunakan Smartphone anda untuk akses cepat

Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Wonosobo, Jln. Pasukan Ronggolawe No 23 Wonosobo, Telp (0286)321245 Fax (0286)321735, Kode Pos 56311 e-mail : bppkad@wonosobokab.go.id