Wednesday, 18 September 2019

Laporan Keuangan Daerah

Karnaval Mobil Hias

Alkisah di sebuah negeri, tersebutlah seorang Resi yang baik nan bijaksana bernama Resi Kasyapa. Beliau memiliki 2 orang istri yakni Kadru dan Winata. Resi Kasyapa selalu berbuat adil kepada kedua istrinya, walaupun begitu kedua istrinya tersebut tidak bisa hidup rukun sampai Kedua istri Resi Kasyapa masing-masing dikaruniai anak.

Kadru dikaruniai seekor Naga, sedangkan Winata dikaruniai Burung Garuda. Kadru dan anaknya ini memiliki rasa iri dan dengki terhadap Winata dan anaknya, mereka selalu melancarkan niat jahat agar Winata dan anaknya dapat keluar dari lingkaran keluarga Resi Kasyapa. Namun karena keperkasaan dan kekuatan serta sifat Garuda yang baik hati, akhirnya Burung Garuda bisa menyatukan dan mendamaikan keluarganya. Burung Garuda inilah yang dalam cerita selanjutnya menjadi titihan Dewa Wisnu yang lebih dikenal sebagai “Garuda Wisnu Kencana”. Sedangkan Dewa Wisnu dikisahkan sebagai penasehat dari Pendawa.

Kisah tersebut merupakan filosofi mobil hias BPPKAD dalam karnaval memperingati HUT RI ke 72 serta dalam rangka memperingati hari jadi Wonosobo ke 192, Urusan Pendapatan dan Urusan Keuangan Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang semula dua bagian terpisah disatukan menjadi Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah atau disingkat BPPKAD. Harapannya walaupun terlahir dari dua urusan yang berbeda bisa bersatu rukun dalam melaksanakan pembangunan dan penyelenggaraan urusan keuangan yang Optimal, Efektif, Efisien yang Transparan dan Akuntabel. Terbukti pada tahun 2017, Pemerintah Kabupaten Wonosobo bisa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pemeriksaan BPK RI yang belum pernah didapatkan pada tahun – tahun sebelumnya. Selain itu, dalam penyelengaraan pelayanan kepada masyarakat BPPKAD Kabupaten Wonosobo mempunyai motto “SAPA dengan CANTIK” yang mengandung arti Satuan Pelayanan dengan Cepat dan Simpatik.

“Simbol – simbol yang ditampilkan mobil hias BPPKAD yaitu : 

1. Garuda Wisnu Kencana sebagai simbol pemersatu Urusan Pendapatan dan Urusan Keuangan ;

2. Lentera (Obor) di depan sebagai simbol penerang jalan agar tidak terjebak kepada hal – hal yang menyesatkan ;

3. Payung Tunggul Naga sebagai simbol mengayomi dan melindungi dari kejahatan;

4. Umbul – umbul sebagai simbol kemenangan dengan bisa mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas hasil pemeriksaan BPK RI;

5. Aliran air dikanan dan kiri menggambarkan sumber mata air Sungai Serayu dari Tuk Bima Lukar sebagai sumber kehidupan yang airnya sampai ke samudra ;

6. Dua Gunungan adalah lambang kemakmuran dari Gunung Sindoro dan Gunung Sumbing;

7. Bima Sebagai penengah Pendawa, Sosok yang gagah berani dalam melawan segala kejahatan ;

8. Dewi Kunti merupakan ibu dari Bima, Seorang ibu yang walaupun penuh keterbatasan namun bisa mengasuh anak – anaknya sehingga menjadi para kesatria;

9. Dayang dayang sebagai pelayan dan prajurit sebagai simbol pengawal Visi dan Misi Pemerintah Kabupaten Wonosobo ;

10. Punakawan merupakan pengasuh pandawa;

Admin

        

Link Partner

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Statistik Pengunjung

0039038
Hari iniHari ini36
KemarinKemarin50
Minggu iniMinggu ini177
Bulan iniBulan ini855
Total PengunjungTotal Pengunjung39038
Pengunjung terbanyak 26.09.2017 : 124

 

Scan menggunakan Smartphone anda untuk akses cepat

Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Wonosobo, Jln. Pasukan Ronggolawe No 23 Wonosobo, Telp (0286)321245 Fax (0286)321735, Kode Pos 56311 e-mail : bppkad@wonosobokab.go.id